Image

Berita Dispar

Berita Dispar

Maluku menyimpan berbagai potensi wisata bahari yang belum banyak diketahui wisatawan. Salah satunya adalah Pulau Bair di Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara.

Kota Tual merupakan salah satu kota di Provinsi Maluku yang berdiri pada tahun 2007. Kota Tual ini merupakan hasil pemekaran wilayah yang sebelumnya masuk Kabupaten Maluku Tenggara.

"Kota Tual ini menyimpan potensi bahari dengan suasana alam yang masih asli dan budayanya. Ini sangat bagus untuk dikembangkan ke depan," kata Sultan Kurnia AB, anggota tim penelitian yang melakukan penelitian potensi-potensi yang ada di Pulau Bair dan Kota Tual kepada detikTravel di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (13/1/2017).

pulau bair gal 5

Sultan memaparkan, selama lebih kurang lima bulan sejak bulan Agustus-Desember 2016 lalu, tim yang diketuai Ansye Nanholy, alumnus S2 Teknik Sipil UGM, Muslim Dima Khoiru Dhony dari Departemen Arkeologi, FIB UGM, dan Dani Ninilouw dari Universitas Pattimura, melakukan penelitian dan pendataan potensi wisata di daerah itu.

"Ada banyak potensi wisata alam dan budaya yang belum tergali dan diketahui wisatawan di Kota Tual seperti garis pantai dengan pasir putih yang masih bersih pulau-pulau kecil dengan karakteristik unik dan hutan yang mengelilingi pulau serta aneka satwa. Tradisi dan budaya masyaraka juga masih terjaga," papar Sultan.

Namun sayangnya lanjut Sultan, kekayaan alam bawah laut, khususnya terumbu karang di daerah tersebut mengalami ancaman kerusakan yang cukup besar. Pasalnya, masih banyak dijumpai penggunaan bom ikan dalam kegiatan penangkapan ikan oleh para nelayan.

"Ada ancaman perusakan terumbu karang oleh nelayan yang menangkap ikan dengan memakai bom. Ini salah satu pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan secepatnya," katanya.

Untuk menuju ke tempat itu lanjut dia, Kota Tual yang salah satu hub tol di bagian tenggara Indonesia sebagai titik kumpul dan transit utama wisatawan. Setelah itu wisatawan baru bisa melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat wisata terutama di Pulau Bair.

Dia menambahkan pembangunan wisata bahari di wilayah utara Kota Tual akan dilakukan dalam beberapa tahap oleh pemerintah setempat. Tahap pertama dilakukan penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Wisata.

Selanjutnya zonasi wilayah. Pembangunan jembatan di tengah-tengah Pulau Bair, pembangunan dan penataan kembali fasilitas wisata di sepanjang garis pantai, revitalisasi kesenian dan budaya masyarakat serta pemberdayaan masyarakat.

"Kami berharap sejak pulau-pulau di sekitar Kota Tual ditetapkan sebagai salah satu surga tersembunyi oleh Kementerian Pariwisata. Kawasan utara Kota Tua khususnya Pulau Bair jadi tempat primadona wisatawan," pungkas Sultan.

Tahap pertama dilakukan penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Wisata. Selanjutnya, hasil tersebut akan diimplementasikan di tahun kedua antara lain zonasi wilayah, pembangunan jembatan di tengah-tengah Pulau Bair, pembangunan dan penataan kembali fasilitas wisata di sepanjang garis pantai, revitalisasi kesenian dan budaya masyarakat. Selain itu juga melakukan pemberdayaan masyarakat.

(Disadur dari:  https://travel.detik.com )

Berita Dispar

pantai kiom galfghgf

Sebelumnya pantai Kiom terlihat Kumuh dan merusak wajah Kota Tua. tetapi kini Pemerintah Kota (Pemkot) Tual melalui Wali Kota Tual menyulap pesisir Pantai Kiom sebagai destinasi wisata bagi masyarakat setempat.

Sesuai data yang diperoleh media ini di Tual, Senin (1/10/2022) menyebutkan bahwa, pembangunan pantai Kiom yang habiskan anggaran sebanyak milyaran rupiah terlihat aktivitas pembangunan sementara berlangsung, dan masyarakat mulai menikmati pantai itu sebagai wisata.

Pantai Kiom ini sebelumnya terlihat kumuh dan sangat merusak wajah Kota Tual. Namun komitmen Wali Kota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Walikota Tual Usman Tamnge untuk merubah wajah pantai Kiom dengan perlahan mulai terjawab.

Pembangunan Pantai Kiom ini didukung oleh Kementerian PUPR yang dibangun dengan konsep waterfront city.

Tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menjadikan kawasan sebagai destinasi wisata baru.

Penataan Pantai Kiom mulai dikerjakan secara bertahap pada 2021-2022 dengan anggaran APBN sebesar Rp 15,4 miliar.

Saat ini tengah dilakukan pekerjaan jogging track dan fasilitas pendukung lain dengan progres konstruksi mencapai 20 persen.

Sehingga diharapkan wisata waterfront city di pesisir Pantai Kiom bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tual.

Selanjutnya dilakukan penataan kawasan kumuh Apolo yang mencakup lahan seluas 8,08 hektar dengan anggaran APBN sebesar Rp 31,1 miliar.

Pekerjaannya berupa rumah swadaya sebanyak 300 unit, pembangunan drainase lingkungan sepanjang 1.240 meter, dan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 1.065 meter.

Tak ketinggalan dibangun Instalasi Pengolahan Air atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk melayani 300 Sambungan Rumah (SR).

Selain itu, juga dibangun Instalasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) untuk 300 SR.

Untuk diketahui, kawasan Apolo terdiri dari 442 KK atau 1.912 jiwa dengan jumlah bangunan 373 unit.

Saat ini progres program penataan kawasan kumuh Apolo secara keseluruhan telah mencapai 85,3 persen.

(Disadur dari : https://www.tribun-maluku.com/)

Berita Dispar

332024 IAKN

Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon telah melaksanakan kegiatan Roadshow Pariwisata selama delapan hari di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Kegiatan yang digelar dengan tema "Menuju Masa Depan SDM Pariwisata Kepulauan Kei yang Unggul dan Berdaya Saing" menghadirkan sejumlah keseruan di setiap agenda kunjungannya.

Roadshow Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama telah mengukir jejaknya di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Kehadirannya memberikan inspirasi dan memperkaya pengetahuan peserta didik.

Sejumlah sekolah di kedua daerah ini menjadi target kunjungan.

Sebut saja; SMA Negeri 3 Maluku Tenggara, SMA Negeri 1 Tual, SMK Kasih Theresia Bombay, SMA Kristen Tual, SMA Negeri 2 Maluku Tenggara, SMA Negeri 5 Tual, SMK Negeri 2 Maluku Tenggara, SMK Pariwisata Santa Theresia Langgur, dan SMA Kristen Anugerah Langgur.

Ketika didatangi, setiap tim IAKN berinteraksi mendalam bersama pelajar SMA/SMK se-kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara itu.

Ketua panitiaRoadshow Pariwisata, Ilona Flora Salhuteru mengatakan, kegiatan roadshow ini dilakukan untuk menggali potensi keindahan dan kekayaan pariwisata, serta mendorong perkembangan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang pariwisata.

Dengan kehadiran yang penuh semangat, tim roadshow memulai kegiatan tersebut dengan mengunjungi Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara.

Dalam kunjungannya, tim tidak hanya mengajukan izin untuk kegiatan yang akan dilakukan di beberapa desa wisata, tetapi juga menerima penghargaan dari Sekretaris Dinas Pariwisata, Victor Budhi Toffi, M.Par., apresiasi yang diberikan oleh pihak dinas menjadi penegasan atas kontribusi tim roadshow dalam mengembangkan pariwisata daerah melalui pengenalan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon serta Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama bagi para pelajar serta komitmen tim dalam membangun kerja sama dengan desa-desa wisata di Kabupaten Maluku Tenggara.

Dalam kegiatan ini, tim berusaha untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya studi kepariwisataan dalam menggali potensi pariwisata lokal.

Alur kegiatan di sekolah tak hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga menyajikan pengenalan budaya melalui berbagai bahasa seperti Korea, Perancis, Belanda, Jepang, dan Inggris.

Selain itu, penampilan menawan dari mahasiswa Pariwisata dalam tarian K-pop turut menghibur dan menginspirasi serta permainan seru dan interaktif.

Testimoni dari mahasiswa menjadi puncak dari acara ini.

Mereka diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman pribadi mereka dalam mengeksplorasi dunia pariwisata bersama Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama.

Tak hanya itu, Tim juga melakukan kunjungan ke berbagai Desa Wisata di Kepulauan Kei untuk melakukan sosialisasi serta berdiskusi dengan Kelompok Sadar Wisata dan Kepala-kepala Desa di beberapa Desa Wisata seperti Desa Wisata Soinrat, Desa Wisata Ohoi Letvuan, Desa Wisata Ohoi Dertawun, Desa Wisata Ohoi Sathean dan Desa Wisata Ohoi Wab, dalam rangka memperkuat hubungan dengan komunitas lokal.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 28 Februari 2024, Roadshow Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama berhasil menginspirasi dan memberdayakan generasi muda untuk berperan aktif dalam mengembangkan pariwisata dan melestarikan budaya lokal.

Ilona Flora Salhuteru, menyoroti kekayaan potensi pariwisata di Kepulauan Kei.

Dalam pernyataannya, dia menegaskan pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul untuk merencanakan dan mengelola potensi tersebut.

"Kami memilih Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual dikarenakan potensi pariwisata yang ada saat ini membutuhkan SDM yang unggul dan berdaya saing," ujarnya.

Hal ini tentu sejalan dengan harapan Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang kekayaan budaya dan potensi pariwisata lokal, serta mampu menjadi pemimpin yang unggul dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Roadshow ini mencerminkan kolaborasi dan dedikasi, berkat komitmen tak kenal lelah dari tim yang terdiri atas 10 orang, yakni Ilona Flora Salhuteru, M.Pd, Elviaty Helinda Tauran, S.Tr.Par, M.Arch, Victor Delvy Tutupary, M.Phil, Vikarion. K. Sinay, Mey Tasidjawa, Simson Upuy, Henderina Gaspersz, Christin. Y. Engka, Ferdy. O. Titiorim, dan Selomita. G. Etwiory.

Penerimaan Mahasiswa Baru IAKN Ambon telah dibuka.

Berikut adalah Jadwal Pendaftaran Seleksi Nasional PMB Peguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN) Tahun 2024

Jalur penerimaan mahasiswa baru PTKKN terdiri dari 4 jalur penerimaan, yaitu :

  1. Seleksi Nasional Jalur Undangan berbasis Kerjasama
  2. Waktu pendaftaran = 4 Maret s.d 1 April 2024
  3. Seleksi Nasional Jalur Bakat Minat Berbasis Portofolio
  4. Waktu pendaftaran = 2 April s.d 2 Mei 2024
  5. Seleksi Nasional Berbasis Ujian Tulis Online
  6. Waktu pendaftaran = 15 April s.d 24 Mei 2024
  7. Seleksi Nasional Berbasis afirmasi Putra-Putri Asli Orang Papua
  8. Waktu pendaftaran = 11 Maret s.d 17 Mei 2024
    Atau untuk info lebih lanjut dapat mengunjungi https://pmb.iaknambon.ac.id

 (Disadur dari https://ambon.tribunnews.com/)

Berita Dispar

IMG 20221018 WA0018

Lomba dayung sampan dan goyang samandar mewarnai pembukaan Festival Maren Kota Tual, selasa, ( 18/10/2022) di Desa Taar, Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Tual, Usman Tamnge, SE, dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tual, A. Yani Renuat dan Anggota DPRD Kota Tual, Yakobus Karmomyanan ( PKB ), Ir. Yopi Silubun ( Gerindra ), Raja Tual serta Raja Dullah beserta Pejabat Kepala Desa Taar bersama seluruh masyarakat.

IMG 20221019 WA0002

 

Wawali Tual, Usman Tamnge, S.E dalam amanatnya mengaku kegiatan pesta Teluk UN di Desa Taar kiranya menjadi agenda pariwisata tahunan Pemkot Tual, guna menarik para wisatawan lokal dan manca negara  datang di bumi Maren.

” Kiranya pesta Teluk UN jadi agenda pariwisata tahunan untuk menarik para wisatawan menikmati wisata alam, budaya dan religi Kota Tual, ” Pintah Wawali Tual.

 

Tamnge menegaskan, Festival Maren di Teluk UN diharapkan membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pembangunan pariwisata, sebagai bagian dari pembangunan ekonomi, sosial dan budaya yang berkelanjutan.

” kegiatan ini punya makna percepatan pengembangan sejarah dan promosi wisata bahari serta budaya, ” Ujarnya.

Kata Wawali hal yang menarik dari pesta ini adalah tarian samandar yang menggambarkan keunikan Teluk UN di Desa Taar.

” Dari ribuan Teluk di Maluku, hanya Teluk ini yang memiliki ikan samandar papan, karena kwalitas dan rasa yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia, ” Ungkap Tamnge.

Diakui tarian samandar juga menggambarkan keanekaragaman kehidupan kerukunan dan persaudaraan warga Tual berdasarkan semangat AIn Ni Ain, Maren, serta Pela Gandong.

” Untuk itu saya berharap kegiatan pesta Teluk UN terus dimanfaatkan Pemdes Taar untuk membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat dalam menciptakan kerajinan dan karya seni serta peluang wisata kuliner, ” Harap Wawali Tual.

( Pewarta: Oce Leisubun disadur dari: https://www.tualnews.com/)

© 2026 Dinas Pariwisata - Kota Tual by OrangKei