Image

Berita Dispar

Berita Dispar

WhatsApp_Image_2026-04-03_at_20.12.02_1.jpeg

Perkuat Sinergi Akademis, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual Sambut Kunjungan Puspar UGM

TUAL – Dinas Pariwisata Kota Tual menunjukkan komitmen penuh dalam pengembangan sektor pariwisata daerah dengan menerima kunjungan resmi dari Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pertemuan penting ini berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Dinas Pariwisata Kota Tual.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual hadir langsung didampingi oleh seluruh jajaran pejabat struktural dan staf. Kehadiran lengkap seluruh personil dinas ini menegaskan arti penting kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan lembaga akademis dalam membangun masa depan pariwisata Kepulauan Kei.

Diskusi Strategis di Ruang Rapat

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama tersebut berjalan dengan khidmat namun tetap interaktif. Direktur Puspar UGM beserta rombongan memberikan berbagai masukan konstruktif mengenai pemetaan potensi destinasi di Kota Tual.

Kepala Dinas Pariwisata menekankan bahwa keterlibatan jajaran staf dalam pertemuan ini bertujuan agar seluruh lini di dinas memiliki pemahaman yang searah mengenai standar pengembangan pariwisata nasional.

"Kehadiran kami bersama seluruh staf hari ini adalah bentuk keseriusan dalam menyerap ilmu dan arahan dari Pusat Studi Pariwisata UGM. Kami ingin setiap kebijakan yang diambil kedepannya memiliki landasan riset yang kuat," ujar Kepala Dinas Pariwisata di sela-sela diskusi.

Fokus Kolaborasi

Beberapa agenda utama yang dibahas bersama jajaran dinas meliputi:

  • Penguatan Tata Kelola Destinasi: Menyinkronkan program kerja dinas dengan kerangka akademik pariwisata berkelanjutan.

  • Pengembangan SDM Pariwisata: Rencana pelatihan bagi staf dan masyarakat sadar wisata (Pokdarwis).

  • Inovasi Promosi: Memanfaatkan data riset untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.

Penutup

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti poin-poin kerja sama yang telah dibicarakan. Sinergi ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Kota Tual untuk menjadi destinasi unggulan yang profesional dan berdaya saing global.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Kepala Dinas, jajaran staf, dan rombongan Direktur Puspar UGM sebagai simbol dimulainya kemitraan strategis ini.

Berita Dispar

 

WhatsApp_Image_2025-12-18_at_22.56.18.jpg

Kota Tual – Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Pariwisata menyalurkan bantuan dana hibah kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif, Rabu (18/12/2025). Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Kantor Dinas Pariwisata Kota Tual.

Penyerahan dana hibah ini dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tual. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual beserta jajaran, serta para pelaku usaha ekonomi kreatif sebagai penerima bantuan.

Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Kota Tual terus berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku usaha melalui program pembinaan dan bantuan, termasuk penyaluran dana hibah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual berharap bantuan dana hibah ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jangkauan pemasaran.

Melalui penyaluran bantuan dana hibah ini, diharapkan pelaku usaha ekonomi kreatif di Kota Tual semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Berita Dispar

web_taar.jpg

Wakil Wali Kota Tual, Bpk. H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si, mewakili Wali Kota Tual Bpk. H. Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., MH, menghadiri secara langsung prosesi adat pemasangan Sasi di Teluk Taar, sebuah ritual sakral yang menegaskan komitmen masyarakat adat dalam menjaga kelestarian sumber daya laut.

Prosesi adat yang berlangsung khidmat ini secara resmi menetapkan larangan pengambilan hasil laut di kawasan Teluk Taar. "Pemasangan sasi bukan sekadar simbol, melainkan bentuk kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai mekanisme pengelolaan alam berbasis adat. 

Melalui sasi, masyarakat memberi waktu bagi laut untuk memulihkan diri, agar hasilnya kelak dapat dinikmati secara adil dan berkelanjutan.

Dalam momentum tersebut, kehadiran Wakil Wali Kota Tual menjadi penegasan dukungan Pemerintah Kota Tual terhadap peran strategis hukum adat dalam menjaga ekosistem laut. 

Pemerintah menilai sasi sebagai benteng moral dan sosial yang efektif dalam mengendalikan eksploitasi berlebihan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Sasi di Teluk Taar ini akan ditutup hingga Oktober 2026, menandai masa pemulihan ekosistem laut agar biota laut dapat berkembang secara optimal. 

Diharapkan, saat sasi dibuka kembali, hasil laut yang melimpah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

"Pelaksanaan sasi ini menjadi bukti bahwa adat dan budaya lokal tetap relevan di tengah tantangan modernisasi. 

Lebih dari sekadar tradisi, sasi adalah pesan kuat bahwa pembangunan dan pelestarian alam harus berjalan beriringan, demi masa depan generasi Maluku yang berdaulat atas lautnya sendiri.," tutup Wakil Walikota Tual.

Berita Dispar

KOTATUALDANSBYA

Pemerintah Kota (Pemkot) Tual dan Pemkot Surabaya resmi menjalin kerja sama strategis dalam bidang pembangunan daerah. Penandatanganan nota kesepakatan (MOU) dilakukan pada Senin, 22 September 2025, di Balai Kota Surabaya, antara Walikota Tual, H. Akhmad Yani Renuat, dan Walikota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi.

Kerja sama ini diharapkan dapat melanjutkan kolaborasi yang pernah terjalin antara Walikota Tual terdahulu, Drs. H. MM. Tamher, dengan mantan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Dalam sambutannya, Walikota Akhmad Yani Renuat menekankan pentingnya kerja sama ini, terutama bagi Kota Tual yang ingin belajar dari pengalaman Kota Surabaya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dan pusat distribusi utama untuk wilayah timur.

“Kami berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait untuk membuka peluang teknis dalam membangun kedua daerah, khususnya Kota Tual,” ujar Walikota Tual.

Pada kesempatan itu, Walikota Tual juga memaparkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kota Tual, terutama di sektor perikanan dan pariwisata. Melalui kerja sama ini, ia berharap Kota Tual dapat berkembang menjadi kota yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Sebagai sesama anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di mana Walikota Eri Cahyadi menjabat sebagai Ketua Umum, kerja sama ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih akrab.

Walikota Tual turut mengundang Walikota Surabaya beserta jajarannya untuk berkunjung langsung dan melihat potensi Kota Tual.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Eri Cahyadi menyatakan kesiapan Pemkot Surabaya untuk menjadi mitra strategis dan membantu Kota Tual dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara bersama-sama

Berita Dispar

lomba belan

Wali Kota Tual Hi. Akhmad Yani Renuat berkomitmen mengintegrasikan lomba Dayung Perahu Belan ke dalam agenda Festival Maren Maryadat, sebagai upaya melestarikan budaya bahari dan memperkuat sportivitas masyarakat pesisir.

Hal itu disampaikan Renuat saat menutup Final Lomba Dayung Perahu Belan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan HUT Wali Kota Tual Tahun 2025, Kamis [30/10/2025] di Pelabuhan Yos Sudarso Tual.

Menurutnya, kegiatan yang digagas oleh Tenaga Kerja Bongkar Muat [TKBM] Tual itu tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berperan penting dalam membangun ketahanan jasmani dan mental masyarakat.

“Momen ini bukan sekadar lomba, tetapi juga sarana menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang mulai luntur, sekaligus mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,” ujar Renuat.

Wali Kota menyebut lomba dayung tradisional akan menjadi bagian dari festival tahunan Kota Tual, sebagaimana Kabupaten Maluku Tenggara memiliki Festival Pesona Meti Kei.

“Kalau di Maluku Tenggara ada Festival Pesona Meti Kei, maka di Kota Tual kita namakan Festival Maren Maryadat,” tegasnya.

Acara turut dihadiri Plt. Sekda Kota Tual, pimpinan dan anggota DPRD, perwakilan Forkopimda, serta masyarakat dan para buruh TKBM Tual.

© 2026 Dinas Pariwisata - Kota Tual by OrangKei